Tahukah Anda, Kini Selfie Lebih Mematikan Dibanding Serangan Hiu

Jakarta, Pada awalnya, kita pasti beranggapan bahwa hiu
adalah predator paling berbahaya dan sangat mematikan. Tetapi,
baru-baru ini ada studi yang mengangkat salah satu penyebab kematian
terbaru, yaitu tongkat selfie.
Laporan dari Science Alert mengatakan setidaknya 12 orang pada tahun 2015 terbunuh pada insiden yang melibatkan selfie, bandingkan dengan hanya delapan orang yang meninggal akibat hiu.
Terakhir, seorang turis dari Jepang berusia 66 tahun mendapatkan serangan jantung saat menggunakan tongkat selfie di Taj Mahal, India. Kematian lain yang berhubungan dengan selfie seperti terjatuh dari tebing, tabrakan mobil, ditabrak kereta, dan bahkan ada yang menembak dirinya sendiri dengan pistol.
Menurut riset dari Ohio State University pada 2014 seperti dikutip pada Fox News, pria yang suka menggunggah foto selfie menunjukkan tanda-tanda dia adalah psikopat dan memiliki level narsis yang tinggi. Hal ini mengarah kepada kemungkinan bahwa pria lebih fokus kepada berfoto selfie dibandingkan potensi bahaya yang mengintai saat mereka selfie.
"Ini semua tentang diri sendiri. Saat melihat wajahku di foto. Lalu membagikannya ke sosial media untuk meraih perhatian. Kemudian aku mendapat konfirmasi dari orang lain bahwa aku sangat mengagumkan," ucap Jesse Fox, pemimpin riset seperti dikutip dari Fox News pada Rabu (23/9/2015).(up/up)
Laporan dari Science Alert mengatakan setidaknya 12 orang pada tahun 2015 terbunuh pada insiden yang melibatkan selfie, bandingkan dengan hanya delapan orang yang meninggal akibat hiu.
Terakhir, seorang turis dari Jepang berusia 66 tahun mendapatkan serangan jantung saat menggunakan tongkat selfie di Taj Mahal, India. Kematian lain yang berhubungan dengan selfie seperti terjatuh dari tebing, tabrakan mobil, ditabrak kereta, dan bahkan ada yang menembak dirinya sendiri dengan pistol.
Menurut riset dari Ohio State University pada 2014 seperti dikutip pada Fox News, pria yang suka menggunggah foto selfie menunjukkan tanda-tanda dia adalah psikopat dan memiliki level narsis yang tinggi. Hal ini mengarah kepada kemungkinan bahwa pria lebih fokus kepada berfoto selfie dibandingkan potensi bahaya yang mengintai saat mereka selfie.
"Ini semua tentang diri sendiri. Saat melihat wajahku di foto. Lalu membagikannya ke sosial media untuk meraih perhatian. Kemudian aku mendapat konfirmasi dari orang lain bahwa aku sangat mengagumkan," ucap Jesse Fox, pemimpin riset seperti dikutip dari Fox News pada Rabu (23/9/2015).(up/up)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar